Langsung ke konten utama

Postingan

Saat angin berat sebelah

Angin selalu pilih kasih Saat kau sedang bersamaku, kau memberiku debu. Saat kau bersamanya kau beri dia semilir angin yang menyejukkan. Di malam yang sepi dan sejuk perbedaan itu sangat bisa ku rasakan. Bukankah aku dan dia berada di langit yang sama?. Tapi angin selalu saja memberi respon yang berbeda. Angin, tak sadarkah kau. Aku pun ingin kau istimewakan, seperti kau mengistimewakan dia. Kau Sengaja berhembus agar bunga jatuh di telapak tangannya. Justru kau melakukan hal sebaliknya kepadaku. Kau sengaja berhembus agar duri tepat mengenai telapak tanganku. Dimalam yang sepi dan sejuk. Air mata bisa saja terus mengalir, tanpa peduli ia harus bermuara dimana.  Ku lihat kasih sayang yang penuh untuknya kau berikan. Tapi tidak untuk ku. Angin, kemana kau berhembus, ku tahu kau tetap memprioritaskannya dan mengabaikan ku. Padahal pada saat itu, aku justru sedang bersamamu. Sungguh, aku pun menyayangi dia. Tapi, aku tak sanggup melihatmu melemahkanku di hadapan nya. Bahkan ...

Jangan salah orientasi

Adalah sebuah penyakit jika di akhir Ramadhan tidak menambah kemesraan dengan Nya. membalut hati dengan dzikir, melembutkan hati dengan tilawah, dan menundukkan hati dengan sujud. Jangan salah orientasi untuk mengakhiri bulan yang penuh berkah ini. Bukankah ini terjadi hanya setahun sekali. Dan mungkin kita tak bisa lagi bertegur sapa dan menyambutnya di tahun mendatang. Siapa tahu, bisa jadi maut yang terlebih dahulu menjemput. Adalah sebuah penyakit jika di akhir Ramadhan sibuk mempersiapkan hal hal yang sebenarnya tidak bernilai ibadah, namun malah menjadikannya sebagai prioritas. Bukankah, kalau ibadah yang dikerjakan di bulan Ramadhan, pahalanya akan berlipat ganda?. Jangan salah orientasi untuk mengakhiri bulan Ramadhan sembari menyambut hari kemenangan. Tanya sama diri kita, sudahkah kita benar benar melakukan puasa dengan benar, atau jangan jangan dari puasa kita hanya sekedar mendapat menahan lapar dan haus saja. Tidak mendapatkan keberkahan apapun. Na'uzubillah. A...

Sabit penghuni langit malam

Sabit, jangan terlalu Melo untuk berpijak di bumi yang keras ini. Bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mau berfikir. Untuk orang-orang tangguh. Tapi bukan untuk orang-orang yang keras. Yang tak mau ikut peraturan. Sabit, simpul mu memang membuat orang tertawan. Tapi terkadang membuat orang justru salah tujuan, karena simpulmu yang terlalu berlebihan. Bergeraklah sesuai yang di ajarkan. Sabit, jangan terlalu mengumbar meski kau benar-benar menakjubkan. Peranmu hanya satu, sebagai pengindah langit. Mainkan satu tokoh saja. Agar yang di imajinasikan bisa kau dapatkan. Jangankan bintang yang berada di area yang sama. Pelangi disiang hari pun bisa kau dapatkan. Sabit, walau sebenarnya kau tak bisa ke siang hari mencari pelangi, kau tak akan mampu. dan kau pun tak bisa menghadirkannya di malam hari, sebagaimana kau berdampingan dengan kejora. Sabit, tapi yakinlah kau bisa menjadi matahari untuk mendampingi pelangi. Dan kau bisa jadikan kejora sebagai pelangi.

Kehilangan

Hilang rasa kepercayaan Hilang rasa hormat Semua menjadi semu dan kelam Saat keadilan menjadi pilih kasih Saat kepedulian hilang tak lagi acuh Sungguh, Hilang rasa yang dulu ditanam Benar, Ketidak Adilan itu dapat kurasakan Semua terjadi seperti yang kau mau Benar, ketidak pedulian itu dapat ku enyam Semua terjadi seperti yang kau inginkan Pilu, getir, remuk redam, mengurut dada Atas rasa kecewa yang teramat dalam bak air yang kandas ditengah gurun Semua bercampur menjadi satu di relung yang terdalam Tiada yang bisa menjadi penawar kegetiran dan kepiluan Seribu menit kuterdiam, ku terkaku dalam kesendirian akhirnya, Saat bersimpuh.. aku tersadar, Dialah satu satunya penawar Saat mengadah.. Aku tertegun Dialah satu satunya pengijabah semua doa

Terkepung di kumpulan sajakmu

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Aku terkepung disetiap sajak yang kau buat Aku ingin keluar tapi hati dan langkah telah terborgol lebih dulu Sajak yang kau cipta ku tahu itu untuk Dia bukan dia Kau hadirkan Dia disetiap sajakmu Itu yang membuat ku nyaman berada diantara semua kumpulan sajakmu Semua sajak sangat terlihat mempesona jika ada Dia Dia ada tak hanya di sajakmu Aku temukan Dia disetiap aktifitas mu Bahkan ahli sejarah pun mencatat kedekatanmu dengan Dia Itu yang membuatku ku yakin akan setiap sajak yang kau cipta Bagiku, di tangan dai yang pengagum sastra Pengungkapan cinta kepadaNya jauh lebih nikmat dan menyentuh Layaknya mengelus sutera Sajak yang kau gores bisa mencairkan yang beku Melembutkan yang keras, menguatkan yang lemah Menyatukan yang terbelah, dan mengingatNya yang mungkin terlupa Bait bait yang kau hantarkan menjadi alaram manis bagi pencinta sajak untuk mengingatNya. Ajarkan aku untuk membuat sajak inda...

Sikap kritis dibayar anarkis

KAMMI adalah wadah para pemimpin yang lahir dari kepalan tangan mahasiswa, ide para kaum intelek yang sangat peduli terhadap kebijakan pemerintah. Berfikir kritis tapi tidak anarkis. KAMMI memiliki mimpi yang besar demi terciptanya khoiru ummah. Dengan dakwah, KAMMI mengenalkan Islam secara dasar. Hingga semua lapisan masyarakat muslim paham tentang Islam. Dan berkomitmen untuk menjadi Muslim sejati. Sebagaimana Rasulullah yang menyampaikan dakwah secara lembut dan berakhlak.  Begitulah cara KAMMI menyampaikan kebenaran yang telah termaktub dalam firman Allah, Al-Quranul Karim. KAMMI tak hanya bergerak dibidang dakwah, justru karena ia lahir dari seruan seruan mahasiswa yg kritis, KAMMI sangat peduli dengan nada-nada pemerintahan. pemerintahan yang mampu mengarensemen sedemikian rupa hingga terbentuk irama yang melalaikan rakyat. Hingga rakyat tak sadar, kemerdekaan hanya tinggal kata dan nama. Gejolak jiwa para kader KAMMI terus membara bak api yang yang menyala. Menyala, untu...

ISLAM TIDAK MELARANG PERPOLITIKAN

Telah dilaksanakan   Dauroh Siyasih di kampus UISU pada tanggal 24-25 Desember 2016, pukul 08.00-18.00 WIB yang diadakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Muslim Nusantara (UMN) AL-WASHLIYA H MEDAN. Acara tersebut diadakan untuk menciptakan generasi kader yang tanggap dan cerdas dalam menghadapi problematika sosial politik. adapun acara tersebut diisi oleh pemateri-pemateri yang sudah berpengalaman dalam dunia perorganisasian. ada enam materi yang dipaparkan dengan pemateri yang berbeda-beda yaitu ; 1.       Pengantar Ilmu Politik dibawakan oleh sigit hendro mujiono 2.       Mahasiwa Kampus dan perubahan sosial dibawakan oleh ajuan ritonga, SP, M. Si 3.       Peta Politik Kampus dibawakan oleh septian cahyadi Hsb 4.         Managemen Isu dan Opini dibawakan oleh ustad taufik nasution 5.       Tehnik Lobi Dan...