Langsung ke konten utama

Postingan

Fiqih dakwah jilid 2 (bekal dakwah)

Mengambil Bekal dari Alquran Allah-lah satu satunya sumber dari segala kebaikan.dan bekal itu Ia tunjukkan kepada kita yang benar benar sadar, mau mengetuk pintuNya, khusuk, berpasrah diri. Dan lainnya. Dan bekal itu kita ambil dari Al Qur'an. Alquran adalah sarana terpenting termudah dan paling banyak melimpahkan berkah.dan Alquran adalah sarana terpenting dalam mendapatkan bekalan iman dan ketaqwaan dan dapat mewujudkan ketentraman dan keamanan dalam jiwa. Alquran menyuruh kita untuk mentaati Allah dan Rasulullah Saw. "Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan Rahmat bagi yang meyakini." (Al-jatsiyah:20) Alquran dapat mengubah Dari jahiliah kepada Islam Sebagaimana yang terlihat dari sejarah, hadirnya Al Qur'an dapat merubah merubah Arab dari Kungkungan jahiliah dengan segenap kerusakan. Alquran yang diturunkan Allah kepada Jibril kepada Muhammad untuk menyampaikan kepada manusia. Hingga akhirnya ditarbiyah Rasulullah yang mengacu pada Al Qur...

Resume fiqih dakwah jilid 2 bab 9

BAB IX Bekal Dakwah URGENSI BEKAL BAGI PARA DAI Seorang aktivis dakwah atau seorang da'i dalam berdakwah harus memiliki bekal agar terhindar dari penyimpangan, kegagalan yang dapat menghambat jalan dakwah. Dan bekal yang paling utama adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Kemudian dibekali sahabat sahabat yang Shalih, adanya pembimbing, dan pengalaman dan lainnya. Hingga akhirnya ia menjadi aktivis yang kuat. Wahai Ikhwa wa akhwatifillah ingatlah, jika seorang aktivis kehilangan bekal utama dan bekal cadangan lainnya, maka aktivis itu tak ubahnya bangkai yang telah beku, atau orang sakit yang tidak bisa bergerak. Sebagaimana firman Allah: "Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah tengah masyarakat  manusia , serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali kali tidak dapat keluar daripadanya?" (Al-an'am:122) Tujuan d...

Pilih eksekutor

Kita butuh tipikal pemimpin yang tidak hanya mampu beretorika. Yang akhirnya hanya mampu berandai andai, dengan slogan slogan yang hanya bisa membius rakyat sampai tak sadar diri, ibarat berada di dunia utopis.  Indonesia sudah tak lagi muda, tapi permasalahan belum juga usai. Kita butuh pemimpin yang siap menjadi eksekutor bukan sekedar orator. Apalagi yang berotak kotor dan bersikap diktator.  Revolusi pertama adalah perebutan  kemerdekaan Indonesia.Dan revolusi harus terus berlanjut, karena untuk melepaskan seluruh rakyat Indonesia dari berbagai kesulitan demi memperoleh kehidupan yang sejahtera, pembebasan dari intimidasi, persekusi yang ada, serta ancaman kedaulatan

Jadilah Prajurit yang kuat

Kemenangan tak bisa didapat hanya dengan Senda gurau. Tak bisa di raih dengan kesantaian. Tak bisa diwujudkan dengan sekedar niat. Sungguh, ia memerlukan keseriusan, kesungguhan, dan tekad yang kuat dalam setiap merancang mengkonsep dan menjalankannya. Apalagi ini bukan perkara yang main main. Ini bukan untuk kemenangan satu orang atau satu kelompok. Tapi ini murni untuk kemaslahatan umat di dunia. Dan satu satunya tujuan adalah untuk Allah. Agar berdiri tegak syariat Islam. Karena sesungguhnya, agama yang di sisiAllah, yang diridhoi Allahhanyalah Islam. Apalagi begitu terlihat jelas fenomena fenomena yang membuat generasi Islam jauh dari Islam. Para musuh Islam, berjuang untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya, dari syariatnya, dari kitabnya. Namun, kebanyakan orang tak menyadari. Dan mereka hanya menganggap, ini hanya sebuah sekedar pertukaran zaman ke arah yang moderen. Wallahi, sungguh demi Allah. Inilah tugas kita, yang mengaku sebagai aktivis dakwah. Untuk mengajak kepada ya...

Pray this night.

Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah semoga engkau lancarkan segala urusan hamba. Berilah hasil terbaik. Agar hamba bisa menyenangkan hati kedua orang tua hamba. Dan hamba mohon ya Allah jauhkanlah sifat penyakit hati yang mungkin ada di dalam diri hamba. Dan hamba mohon juga ya Allah agar hamba terus Istiqomah di jalan Mu. Gabungkan hamba dengan orang-orang yang Shalih sholiha. Dan luruskanlah setiap niat baik hamba. Ambil lah hamba dalam keadaan beriman atau syahid di jalan mu. Satu lagi ya Allah teruslah beri hidayah dan  karuniaMu untuk keluarga hamba. Juga lindungi orang orang yang hamba sayang dan rindukan. Aamiin ya Rabbal Al-Amin.

Periode 2 "Berdakwah secara terang terangan dan merahasiakan struktur organisasi"

Periode ke dua Karakteristik pertama: dakwah kepada keluarga dekat. Bibit pertama dakwah adalah di rumah Rasulullah dalam periode siriyyah. Setelah Rasulullah kemudian istrinya, Khadijah dan keluarga dekat lainnya seperti Ali bin Abi Thalib anak pamannya. Kemudian anak anak perempuan nya Zainab, ruqyah, Ummu Kalsum dan Fatimah. Karakteristik kedua: berpaling dari kaum musyrikin. Setiap dakwah dakwah terhadap musyrikin adalah berpaling dari gangguan mereka. Gangguan yang mereka beri adalah gangguan berupa materi dan moral. Maka harus bersabar atas gangguan dan berpalinglah dari kaum musyrikin. Dan periode ini menahan tangan dan melakukan tabligh saja. Dan tabligh ya dilakukan secara gamblang dan jelas. Karakteristik ketiga: rambu rambu dakwah baru Garis besar dan asasi bagi agama baru ini adalah iman kepada Allah, Rasulullah dan hari akhir. Garis pertama menyatakan pujian dan beriman serta mengakui tiada tuhan selain Allah. Garis keduanya mempercayai Rasulullah sebagai utusan Alla...

Resume Manhaj Haraki Jilid 1 (Periode Pertama)

Bagian Pertama (Berdakwah secara sembunyi sembunyi dan merahasiakan struktur organisasi) Periode Pertama Karakteristik pertama: Dakwah secara rahasia Pada zaman Rasulullah dilakukan selama tiga tahun. Dan penyampaian dakwah secara terang terangan dilakukan setelah adanya jaminan perlindungan Allah kepada rasul-nya dari gangguan orang orang yang memperolok kan. Karakteristik kedua: Dakwah pada dasar pilihan Tidak dilakukan secara terbuka dari majlis majlis umum, dan dilakukan berdasarkan pilihan pribadi dai tentang karakteristik orang yang di dakwah. Misalnya Abu bakar memulai dakwahnya dengan memilih mad'unya sendiri. Dakwahnya mengandalkan kepercayaan. Karakteristik ke-3: berdakwah melalui intelektualitas dai dan status sosialnya. Harus memiliki sifat sifat untuk menjadi da'i seperti abu bakar. Dari segi akhlak : abu bakar disayangi mad'unya dan dicintai mad'unya. Dari segi pengetahuan: abu bakar adalah seorang quraisy yang paling mengetahui dan mengerti tenta...